News Update :
Showing posts with label Tulis Baca. Show all posts
Showing posts with label Tulis Baca. Show all posts

5 Kelebihan Menjadi Seorang Penulis

Tuesday, February 21, 20120 comments

Baik kali ini saya ingin berbagi kepada anda mengenai apa sih kelebihan seorang penulis tersebut ? berikut beberapa kelebihan menjadi seorang penulis :

Dapat Membina Kredibiliti
Antara kelebihan utama menjadi seorang penulis blog adalah dapat membina krediliti sebagai penulis di dalam blognya. Dengan kredibiliti yang ada bukan untuk menunjukkan yang penulis itu hebat. Cuma sebagai penulis blog yang mempunyai kredibiliti, kita akan mendapat rasa hormat dari pembaca. Pembaca juga akan merasa lebih yakin dengan apa yang ditulis oleh kita. Selain itu, penulis blog juga akan dapat memperolehi kepercayaan dari pembaca jika dia menulis dengan jujur.

Kredibiliti adalah penting supaya pembaca akan terus menjadi pembaca setia diblog kita untuk masa-masa yang akan datang. Jangan musnahkan kredibiliti yang kita ada dengan menggunakan perkataan yang tidak baik seperti mengutuk penulis blog lain, memuji diri sendiri lebih baik dari orang lain, memandang rendah kepada pembaca dan banyak lagi perbuatan buruk yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang penulis blog.

Dapat Berkongsi Idea Dan Ilmu
Sememangnya blog adalah satu platform yang sangat baik untuk seorang penulis berkongsi idea dengan pembaca. Idea yang ditulis akan diterbitkan di internet menerusi blog dan akan dapat dibaca oleh sesiapa sahaja didunia ini. Banyak idea yang dapat dikongsikan oleh penulis dalam blog mereka. Sebagai penulis, kita hanya bertindak sebagai penyampai dan bergantung kepada pembaca sama ada mahu menerima idea kita atau sebaliknya.

Ilmu yang baik hendaklah dikongsikan. Jangan kedekut dalam berkongsi ilmu yang kita ada. Tidak rugi pun jika kita rajin berkongsi ilmu dengan orang lain. Sebagai penulis blog, banyak ilmu pengetahuan yang boleh kita kongsikan dalam blog kita. Dengan menyampaikan ilmu pengetahuan yang baik akan dapat memberi manfaat kepada pembaca. Jika ilmu bermanfaat yang kita sampaikan itu di amalkan oleh orang lain maka kita juga yang akan mendapat ganjaran pahala dari Allah.

Melatih Diri Untuk membaca
Membaca adalah satu amalan yang sangat baik. Antara kelebihan membaca adalah ia akan dapat menambahkan ilmu pengetahuan dalam diri kita. Namun begitu, banyak faktor yang selalu menghalang diri kita untuk membaca. Kadang-kadang sebagai penulis blog kita juga akan menghadapi kekeringan idea untuk menulis dalam blog kita. Untuk mendapatkan idea kita pasti akan mencari bahan bacaan yang dapat membantu kita berfikir dan memberikan idea baru untuk ditulis.

Untuk mencari idea menulis, secara tidak langsung kita telah melatih diri kita untuk menjadi seorang yang suka membaca. Tidak kisah nak baca apa pun asalkan bahan bacaan tersebut dapat memberikan manfaat kepada diri kita. Dengan membaca blog rakan-rakan blogger yang lain juga dapat memberikan banyak manfaat kepada kita. Kita akan dapat saling berkongsi idea dan pandangan dengan rakan-rakan yang lain.


Mengisi Masa Lapang
Menjadikan aktiviti blogging sebagai aktiviti mengisi lapang juga adalah sangat baik. Ia dapat mengelakkan diri kita dari melakukan aktiviti lain yang tidak berfaedah. Jika menghabiskan masa berjam-jam online dengan sia-sia tanpa tujuan adalah merugikan. Apabila mempunyai blog, kita akan menjadikan aktiviti online kita mempunyai tujuan yang baik. Masa yang dihabiskan dengan menulis blog akan dapat memberikan manfaat kepada diri kita sendiri dan juga orang lain.
Namun begitu, kita perlu elakkan dari setiap masa dengan aktiviti menulis blog saja tanpa melakukan aktiviti lain. Tak elok untuk kesihatan sekiranya asyik duduk terlalu lama di hadapan komputer setiap masa. Jika terlalu lama menghadap skrin komputer juga tak elok untuk kesihatan mata. Ambillah masa untuk berehat dan rajin melakukan aktiviti luar seperti beriadah supaya dapat membantu diri kita sentiasa sihat.

Membantu Orang Lain
Menulis adalah salah satu cara yang dapat membantu orang lain. Kita dapat membantu orang lain melalui akal fikiran yang Allah bagi kepada kita. Kita boleh membantu orang lain dengan memberikan pendapat kita jika ada orang yang bertanya kepada kita dalam sesuatu perkara. Mengikut pengalaman saya sendiri, sebelum ini ada beberapa permintaan dari rakan-rakan yang meminta pandangan terhadap sesuatu perkara atau masalah yang mereka hadapi. Beberapa artikel juga telah diterbitkan sebelum ini atas permintaan dari pembaca yang mahukan pandangan dari saya. Kita bantu orang lain mengikut keupayaan diri kita.

Jangan berputus asa dan menyesal apabila membantu orang lain. Perasaan putus asa dan menyesal hanya akan muncul jika kita mengharapkan balasan kembali dari mereka. Semoga dijauhkan dari mempunyai sifat putus asa dalam melakukan kebaikan membantu orang lain. Kita hendaklah ikhlas membantu orang lain dan bukan mengharapkan apa-apa balasan dari mereka atas bantuan yang telah kita berikan kepada mereka. Biarlah Allah yang membalas segala kebaikan yang kita lakukan.

Sebagai kesimpulan, kehidupan di dunia ini tidak pernah lari dari ujian. Menjadi seorang penulis juga mempunyai banyak ujian dan dugaannya. Ia memerlukan ketabahan dalam diri kita supaya dapat meneruskan perjuangan dalam membantu orang lain melalui penulisan kita. Jangan takut untuk menulis hanya kerana merasakan diri kita tidak pandai menulis. Kita boleh belajar secara perlahan-lahan. Jika kita hanya menunggu diri kita betul-betul sempurna baru nak mula menulis maka sampai bila-bila pun kita akan takut untuk menulis.

Menjadi seorang penulis blog juga akan memperolehi ganjaran. Ada dua ganjaran yang akan diperolehi iaitu ganjaran di dunia dan ganjaran di akhirat. Ganjaran di dunia adalah sumber pendapatan yang dapat diperolehi melalui blog. Tapi bukan itu ganjaran utama yang kita harapkan. Ganjaran utama yang paling kita harapkan adalah ganjaran akhirat yang berbentuk saham pahala yang kita dapat melalui ilmu yang kita sampaikan dalam blog kita. Kita hendaklah berusaha untuk mencari keredhaan Allah dan mengharapakan balasan pahala melalui kerja menulis yang kita lakukan. Semoga Allah memberkati segala usaha yang kita lakukan ini.

Baik demikian dari saya mengenai 5 kelebihan yang didapatkan sebagai seorang penulis, semoga ini dapat bermanfaat bagi para pembaca Blog Tulis Baca .

Continue Reading →

4 Keuntungan Menjadi Seorang Penulis

0 comments

Bagi anda yang masih mikir mikir untuk menjadi penulis, semoga artikel keuntungan menjadi seorang penulis ini dapat memotivasi anda menjadi seorang penulis :

1. Tentunya menjadi kepuasan tersendiri bagi anda karena anda dapat menyalurkan ide dan hobi anda dalam suatu pekerjaan sebagai seorang penulis.

2. Mendapatkan honorarium yang sangat menarik dari tulisan-tulisan yang dimuat di media massa cetak atau majalah, baik lokal, nasional, maupun internasional.


3. Memiliki kebanggaan pribadi karena tulisannya dapat dimuat di salah satu media massa cetak, baik lokal maupun nasional sehingga nama diri dan ide kita dapat dibaca dan diketahui oleh masyarakat, baik para praktisi, akademisi, maupun klien.

4. Nama kita dikenal oleh para akademisi, praktisi media massa cetak, redaktur, dan para editor penerbitan, sehingga akan membuka jalan untuk keberhasilan kita di masa-masa yang akan datang. Akhirnya, sebagai catatan akhir marilah kita bersama-sama berproses, berkreatif, berekspresi, dan berapresiasi untuk dapat mewujudkan keinginan dan idealisme kita dengan menulis.

Nah itulah beberapa keuntungan menjadi seorang penulis, semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.
Continue Reading →

Kiat Ampuh Menjadi Seorang Penulis

1 comments

Baik berikut ini adalah beberapa kiat untuk menjadi seorang penulis yang ampuh dan jitu :

Isi Tulisan

Tulisan menarik harus berisi informasi terbaru yang sebelumnya tak diketahui pembaca. Bi­sa berupa pemaparan peristiwa. Misalnya ledakan bom, kecelakaan yang merengut banyak korban, peng­­unduran diri pejabat, hasil pertandingan olah raga, dan sebagainya.

Bisa juga hasil-hasil penelitian dan investigasi. Misalnya penemuan vaksin AIDS, hasil po­ling calon presiden, kesalahan teori relativitas Einstein, penyelidikan korupsi di Departemen Aga­ma, dan sebagainya.

Namun adakalanya unsur kekinian sebuah tulisan menjadi sulit didapat karena me­dia tele­visi sudah banyak menayangkan program breaking news. Hampir setiap jam ada sa­ja stasiun tele­vi­si yang memberi informasi tentang peristiwa terbaru. Bahkan untuk peristiwa yang sa­ngat penting, mereka menayangkannya secara live.

Demikian juga dengan radio dan media dot.com. Mereka bisa menampilkan berbagai peris­ti­wa hanya dalam hitungan detik. Ini jelas mengalah-kan media cetak dalam hal kekinian.

Untuk menyiasati ''kekalahan'' ini media cetak banyak yang mengubah isinya. Bukan lagi me­nonjolkan unsur kekinian, tetapi kedalaman cerita. Mereka menguraikan sebuah kejadian dari be­ragam sudut pandang dengan judul yang berbeda-beda . Kaya akan suasana dan cermat da­lam mengamati detil peristiwa.

Tujuannya untuk menggugah emosi pembaca: memberi empati kepada pihak yang ''ter­za­li­mi'', memberi aplaus kepada mereka yang berprestasi, atau mengutuk pihak yang berlaku tidak adil.


Cara Penyajian

Tulisan yang indah harus disajikan secara terfokus. Jangan sampai melebar ke samping, na­mun harus dalam ke bawah.

Bagaimana agar tulisan bisa fokus? Pilihlah satu angle (sudut pandang) untuk satu cerita (ju­dul)! Lalu pegang teguh angle tersebut. Hapus bagian-bagian yang tidak berhubungan langsung de­ngannya.

Kemudian, tulisan yang indah harus beralur. Mulailah dengan menulis judul. Sebisa mung­kin judul berita dibuat dengan kalimat pendek, tapi menggambarkan isi berita secara keseluruhan. Pemberian judul ini menjadi penentu apakah pembaca akan tertarik membaca berita yang ditulis atau tidak.

Setelah itu lanjutkan dengan menulis lead, yaitu bagian terpenting dari apa yang ingin kita ce­ri­takan. Lead bisa menjadi penentu apakah pembaca akan melanjutkan bacaannya atau tidak. Ja­ngan lupa, lead harus mengandung unsur 5W+1H: apa/what, di mana/where, kapan/when, me­nga­pa/why, siapa/who dan bagaimana/how.

Pembaca yang sibuk, tentu tidak akan lama-lama membaca berita. Pembaca akan segera ta­hu apa yang ditulis wartawan hanya dengan membaca lead. Tentu saja, jika pembaca masih tertarik de­ngan berita itu, ia akan melanjutkan bacaannya sampai akhir. Dan, tugas wartawan terus me­man­cing pembaca agar membaca berita sampai tuntas.

Selanjutnya, jika kita menganut pola piramida terbalik, susunlah alur cerita berdasarkan pen­ting tidaknya informasi. Bagian yang penting diletakkan di depan, semakin ke belakang se­ma­kin tidak penting. Biasanya, pola seperti ini ada pada berita ''keras'' (spot news).

Namun, jika kita menganut pola berimbang, setelah lead, biarkan cerita mengalir dengan sen­dirinya tanpa harus dibatasi mana yang penting dan mana yang tidak. Mungkin alur cerita me­ngi­kuti alur waktu, tahapan kejadian, dsb. Biasanya, pola seperti ini terdapat pada feature.

Selain itu, tulisan yang menarik harus tersaji secara lengkap. Artinya, semua informasi yang di­inginkan pembaca terpenuhi. Misal, soal tempat, adakalanya kita menganggap semua pembaca tahu persis di mana lokasi yang sedang kita ceritakan. Padahal tidak!

Stasiun Gambir, contohnya, bagi masyarakat luar Jakarta tak terlalu mengerti di mana po­si­si­nya. Jika kita lengkapi informasi dengan kalimat, ''Tak jauh dari Masjid Istiqlal dan Monas,'' mung­kin pembaca bisa membayangkan letaknya, paling tidak bagi pembaca yang pernah singgah di dua tempat tersebut.

Demikian juga dengan identitas sumber berita. Adakalanya kita hanya menulis nama dan ja­ba­­tannya saja. Ini kurang lengkap. Alangkah baiknya jika disertakan juga pendidikan akademiknya, ciri-ciri fisiknya, kegemarannya, dan sebagainya.

Namun, hindarkan kesan bertele-tele dalam menceritakan identitas atau lokasi kejadian. Ingat, kita tidak sedang memberitakan si narasumber.

Agar tidak bertele-tele, identitas ini dipakai sebagai pengganti bila kita terpaksa menyebut na­ma sumber berulang-ulang.

Kemudian, hilangkan penggunaan kata-kata klise. Jika sumber memberikan keterangan de­ngan kalimat-kalimat klise, terjemahkanlah kalimat tersebut dalam bahasa yang sederhana. Jangan sampai menulis kalimat seperti sebuah jargon. Misal, ''Korupsi akan menghancurkan negara.'' Siapa yang mau peduli dengan jargon ini?

Jangan menganggap pembaca sudah tahu latar belakang peristiwa yang kita ceritakan. Da­lam menulis berita kita harus menganggap pembaca belum tahu, meskipun peristiwanya terus berlanjut dan sudah berlangsung lama.

Namun, jangan terkesan menyepelekan pembaca dengan berlama-lama menceritakan latar belakang peristiwa. Pembaca akan merasa ''digurui''

Agar cerita latar belakang ini bisa tersaji secara benar, camkanlah satu hal: tulisan tak boleh mem­bingungkan orang yang belum tahu dan tak boleh juga membosankan orang yang sudah tahu.

Bagian-bagian cerita yang terlalu umum, rumit, pelik, njelimet, sajikan secara sederhana dan mudah di­cer­na. Caranya, gunakan seseorang untuk mewakili kelompoknya, atau buatlah kiasan untuk membandingkan cerita yang sebenarnya. Misal, kisah tragis seorang korban banjir mungkin lebih menarik dibanding cerita banjir itu sendiri. Begitu juga keluhan memburuknya kesehatan se­orang warga yang tinggal di kali Ciliwung, Jakarta, lebih mudah dimengerti ketimbang zat-zat ber­ba­­haya yang ada di sungai itu.

Jangan lupa menyertakan kutipan langsung dalam setiap tulisan. Sebab, kutipan langsung akan membuat tulisan menjadi lebih manusiawi. Kutipan langsung akan membantu memberi gam­bar­an tentang karakter si penutur atau suasana di sekitarnya. Namun, jangan terlalu banyak mem­buat kutipan langsung. Jangan *** terlalu panjang.

Kutipan yang benar adalah kutipan yang persis seperti apa yang dituturkan oleh sumber. Jika sumber mengatakan “harganya 100 perak,’’ tak boleh kita tulis ‘’harganya Rp 100.’’ Persoalannya, tak semua sumber bisa berbicara secara terpola. Bahasa lisan sangat berbeda dengan ba­hasa tulisan.

Karena itu, untuk membuat kutipan langsung tetap menarik, selain jangan terlalu panjang, kita pun harus memilih ucapan sumber yang bagus untuk dikutipan secara langsung. Selebihnya, jelas­kan dalam bentuk kutipan tak langsung.

Cara Penulisan

Tulisan yang baik setidaknya memiliki tiga ciri. Pertama, mudah dimengerti. Kedua, ber­sa­ha­­bat. Dan ketiga, akurat.

Tulisan yang mudah dimengerti biasanya jelas mana subjek, predikat, dan objeknya, tidak men­ggunakan kalimat-kalimat yang beranak-bercucu, dan sebisa mungkin menggunakan kalimat ak­tif agar daya dorongnya lebih kuat.

Mengapa harus menggunakan kalimat aktif: Perhatikan beberapa contoh berikut:

Kalimat 1: Suami istri ditabrak truk (pasif).

Kalimat 2: Truk tronton tabrak suami isteri (aktif).

Kalimat kedua (aktif) lebih menarik dibanding kalimat pertama. Sebab penekanan kalimat ada pada truk tronton yang "besar", sementara suami isteri hanyalah objek yang "kecil". Namun ada kalanya kita harus menggunakan kalimat pasif jika penekanannya ada pada objek.

Perhatikan contoh berikut:

Kalimat 1: Truk menabrak Menteri Perhubungan (aktif).

Kalimat 2: Menteri Perbuhungan ditabrak truk (pasif).

Selain itu berhematlah dalam membuat kalimat atau kata agar tidak terkesan bertele-tele.

Penghematan kata, misalnya:

''Agar supaya,'' sebaiknya ditulis ''agar,'' atau ''supaya.''

''Kemudian,'' sebaiknya ditulis ''lalu.''

''Akan tetapi,'' sebaiknya ditulis ''tapi.''

''Tidak,'' sebaiknya ditulis ''tak.''

Adakalanya penghematan kata tak perlu dilakukan, terutama jika kita sudah terlalu sering menggunakan kata tersebut. Misal, untuk kata ''tak'' sekali-kali diganti dengan ''tidak.'' Tujuannya agar tulisan menjadi lebih berwarna.

Penghematan kalimat, misalnya:

''Adalah merupakan kenyataan,'' sebaiknya ditulis ''Merupakan kenyataan.''

''Apa yang dinyatakan Badu sudah jelas,'' sebaiknya ditulis ''Yang dinyatakan Badu sudah jelas.''

''Menjadi Muslim, buat masyarakat Rwanda, bukanlah sebuah proses yang mudah,'' sebaiknya ditu­lis ''Menjadi Muslim, buat masyarakat Rwanda, tak mudah.''

''Kita lihat apakah dia ada di rumah atau tidak,'' sebaiknya ditulis ''Kita lihat dia di rumah atau tidak.''

''Kera adalah binatang pemamah biak,'' sebaiknya ditulis ''Kera binatang pemamah biak.

''Presiden besok akan meninjau pabrik,'' sebaiknya ditulis ''Presiden besok meninjau pabrik.''

''Tanggul Kali Citanduy mengalami kebobolan,'' sebaiknya ditulis ''Tanggul Kali Citanduy bobol.''

''Menderita kerugian,'' sebaiknya ditulis ''rugi.''

''Rumah di mana saya tinggal,'' sebaiknya ditulis ''Rumah yang saya tinggali.''

Selanjutnya, tulisan yang bersahabat biasanya tidak mengandung kalimat dan alinea yang pan­jang. Satu kalimat sebaiknya terdiri atas 10 sampai 20 kata. Sedang satu alinea cukup berisi 2-3 ka­limat. Ingat apa yang dikatakan Ernest Hemingway, peraih Pulitzer tahun 1950-an untuk karya monumental The Old Man and The Sea? Katanya, ''less is more!''

Untuk menguji apakah kalimat yang kita buat terlalu panjang atau tidak, cobalah tarik nafas se­cara wajar lalu bacalah kalimat tersebut. Jika nafas Anda sudah habis sementara kalimatnya be­lum tuntas dibaca, itu tandanya kalimat yang Anda buat terlalu panjang.

Selain itu, hindari pengulangan kata dalam satu kalimat, hindari pemakaian kata-kata asing (ilmiah), dan konsistenlah dalam menulis.

Perhatikan contoh tulisan salah seorang dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB yang dimuat pada Suara Pembaruan edisi 2003:

''.... Bisa jadi dua-duanya benar. Baik dalam sistem pasar maupun sistem sosial di desa pesisir umum­nya nelayan diposisikan dependen. Ia mesti rela sebagai price taker dalam struktur pasar output yang oligopsonis, juga terperangkap dalam struktur sosial berciri patron-klien yang seringkali asimetris itu. Pada tingkat komunitas, struktur pasar yang monopsonistik maupun oligopsonistik selama ini tercipta karena kegiatan perikanan penuh dengan ketidakpastian, dan para toke yang ada di desa nelayan umumnya mampu menjamin kepastian itu.''

Tulisan ini sangat njelimet, terlalu banyak kata-kata asing. Bagi kelompok orang-orang ter­tentu tulisan ini bisa dimengerti. Tapi, bagi orang kebanyakan, tulisan ini sama sekali tak menarik.

Hindari  pemakaian kata sifat, sebab kata sifat cenderung menggurui pembaca. Pakailah ka­ta kerja. Misalnya, kalimat ''tangisnya memilukan hati,'' tak menggugah emosi pembaca. Seha­rus­nya kata ''memilukan'' diganti dengan penggambaran suasana. Misal, suaranya melengking, air matanya mengucur, mukanya memerah, rambutnya acak-acakan, dan lain-lain. Ingat, don't tell, but show!

Perihal ejaan, sebaiknya kita gunakanlah EYD (Ejaan yang Disempurnakan).

Misalnya:

''Syah,'' seharusnya ''sah.''

''Khawatir,'' seharusnya ''kuatir.''

''Akhli,'' seharusnya ''ahli.''

''Tammat,'' seharusnya ''tamat.''

Namun, jika Anda bingung membuat ejaan yang benar untuk satu kata, cobalah Anda me­mi­lih salah satu yang Anda anggap paling benar dan umum. Kemudian konsistenlah menulis kata ter­sebut! Artinya, jangan sampai di awal cerita kita menulis ''praktek,'' lalu di tengah cerita kita me­nulis ''praktik.'' Ini tidak konsisten.

Keakuratan juga menjadi keharusan sebuah tulisan yang baik. Nama orang, jumlah bilang­an, waktu, tidak boleh salah. Lebih baik Anda periksa kembali jika ragu dari pada Anda tahu data-data salah setelah tulisan sudah dipublikasikan. Sebab, ketidakakuratan akan menurunkan keper­ca­ya­an pembaca. Jika kepercayaan sudah turun, keindahan jelas akan pudar dengan sendirinya.

Namun, adakalanya pembaca tak memerlukan detil angka-angka. Misal, kasus korupsi me­ru­gikan negara sebesar Rp. 914.731.777, lebih baik ditulis ''lebih dari Rp. 914 juta'' atau ''lebih dari Rp. 900 juta.''

Walaupun saya bukan seorang penulis yang handal tapi saya ingin mencoba untuk berbagi tulisan yang saya ketahui dan dapatkan dari berbagai sumber, semoga ini dapat bermanfaat untuk anda semua.

Referensi : http://wss-id.org
Continue Reading →

Beberapa Tips Menjadi Seorang Penulis

1 comments

Untuk menjadi seorang penulis bukanlah hal yang mudah tetap itu bukanlah hal yang tidak bisa anda lakukan, yang terpenting bagaimana usaha anda untuk menjadi seorang penulis hingga semaksimal mungkin.
Berikut ini adalah 10 tips menjadi seorang penulis :


1. Jika Anda ingin penerbit tradisional untuk menerbitkan buku Anda biasanya Anda harus terlebih dahulu mencari agen sastra untuk mewakili Anda. Seorang agen akan mengambil 15% dari apa pun uang yang Anda buat pada buku-hidup-. Setelah seorang agen sastra setuju untuk mewakili Anda dan menemukan penerbit untuk Anda, dapat mengambil lagi 12-18 bulan untuk menerbitkan buku. Untuk mencari agen, konsultasikan Market Place Sastra, sebuah direktori yang tersedia di meja perpustakaan paling referensi

2. Anda dapat memilih untuk mempublikasikan diri. Ini berarti Anda menginvestasikan uang untuk mencetak buku-buku Anda. Tapi Anda juga mendapatkan untuk menjaga 100% dari keuntungan cara ini amd mempertahankan kontrol 100% dari mengedit, tutup, dan konten. Untuk menerbitkan sendiri, yang terbaik untuk menemukan distributor, seseorang yang dapat menjual buku Anda ke toko buku dan perpustakaan, dan untuk menghasilkan penjualan khusus untuk perusahaan, asosiasi, dan organisasi. Seorang distributor biasanya membutuhkan waktu sekitar 25-30% dari hasil.

3. Jika Anda ingin mendapatkan diterbitkan cepat, dan menyimpan sebagian besar keuntungan Anda, dan uang tata letak yang sangat sedikit, pertimbangkan untuk menggunakan print-on-demand penerbit seperti iUnivese.com, Trafford, atau Blurb.com. Alih-alih mencetak ribuan buku di depan waktu, mereka hanya mencetak buku ketika pesanan konsumen salinan.

4. Cara lain untuk mendapatkan dipublikasikan adalah dengan melakukan sebuah e-book. Tidak ada pencetakan terlibat. Orang-orang pesanan online buku Anda dan itu didownload atau email kepada mereka.

5. Untuk meyakinkan seorang agen sastra untuk mewakili Anda atau penerbit untuk menerbitkan Anda, sebuah proposal buku perlu dibuat. Dalam dokumen ini Anda harus mengidentifikasi, ringkas, apa buku Anda adalah tentang, mengapa Anda memenuhi syarat untuk menulis itu, seberapa besar pasar adalah, apa judul yang bersaing Anda, bagaimana Anda berencana untuk mempromosikan dan memasarkan buku. Ini tidak cukup hanya memiliki ide yang baik untuk buku atau untuk memiliki sebuah buku tebal yang ditulis dengan baik.

6. Penayang mencari penulis dengan platform atau mengikuti. Jadi membuat website, blog secara teratur, membangun daftar e-zine mail, podcast, berbicara di kelompok-kelompok lokal, dan jaringan di terkait dalam com dan. Situs jejaring sosial lainnya.

7. Studi media berita. Lihat jika mereka mencakup topik buku Anda mencakup. Jika itu fiksi, novel-novel lain periksa untuk melihat apakah Anda menemukan buku-buku yang sifatnya serupa. Anda ingin mengikuti tren dan dasi ke dalamnya. Namun, keunikan menghitung. Jika Anda adalah satu-satunya buku dari jenisnya, Anda mungkin telah menemukan sebuah ceruk terlayani yang siap untuk dieksploitasi

8. Menghadiri Buku Expo Amerika, acara penerbitan tahunan yang fitur penerbit, agen sastra, editor, penjual buku dan pro industri penerbitan. Cara terbaik untuk mengapung ide dan menguji air adalah untuk datang ke BEA. Konsultasikan www.bookexpoamerica.com.

9. Baca di industri penerbitan. Publishers Weekly adalah majalah yang mencakup penerbitan buku. Mereka juga memiliki e-zine gratis setiap hari, PW harian. Konsultasikan www.publishersweekly.com.

10. Beritahu semua orang yang Anda tahu bahwa Anda sedang berusaha untuk mendapatkan diterbitkan. Kirim bab sampel untuk teman, keluarga rekan kerja,, dll Anda mungkin hanya mendapatkan beruntung dan mendapatkan ditemukan. Paling tidak, Anda akan mendapatkan umpan balik yang berguna.

Nah itulah 10 tips menjadi seorang penulis, semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Continue Reading →

Apa Manfaat Dari Membaca ?

Monday, February 20, 20120 comments

Apa Manfaat Dari Membaca ? wah ini adalah pertanyaan yang jelas bisa dijawab , kenapa ? karena sangat jelas membaca itu banyak sekali manfaatnya . salah satu dari manfaat membaca adalah dapat menambah ilmu,wawasan dan pengalaman kita dimana dari kita tidak tahu bisa menjadi tahu. ini secara garis besarnya , berikut manfaat dari membaca secara terperinci :


Pertama. Membaca adalah proses mental yang aktif: Tidak seperti duduk di depan televisi, membaca membuat Anda menggunakan otak Anda. Membaca merupakan salah satu proses berpikir. Dalam proses ini Anda akan memanfaatkan sel-sel otak anda untuk melakukan “pencernaan” terhadap tulisan yang anda baca. Proses pencernaan ini akan melibatkan berbagai hal seperti, mata, mulut, dan sebagainya. Demikian pula dengan hati anda. Pada saat anda membaca, maka sel-sel otak anda akan meneruskan bacaan tersebut ke hati anda, dan terpengaruh sehingga timbul rasa benci, marah, kecewa, senang, bahagia, dan sebagainya.

Kedua. Membaca meningkatkan kosakata Anda: melalui tulisan pada buku yang kita baca, begitu banyak terkumpul kosa kata. Kosa kata tersebut terdiri dari berbagai bahasa, istilah dan sebagainya. Bagi orang yang rajin membaca, akan memiliki kosa kata yang sangat banyak. Begitu pula sebaliknya. Bila kita berbicara dengan orang yang banyak membaca maka kita akan mendapatkan hal-hal baru. Kosa kata merupakan perbendaharaan kata yang kita miliki. Istilah dalam bahasa selalu berkembang setiap saat. Ada istilah yang mudah untuk dimengerti, dan ada pula sangat sulit dimengerti. Membaca merupakan pintu utama untuk memahami kosa kata tersebut.

Ketiga. Memberikan Anda pengetahuan tentang budaya dan tempat-tempat lain di dunia: Bagaimana Anda tahu tentang kehidupan orang di Arab jika Anda tidak membaca tentang hal itu? Membaca memberikan wawasan tentang keragaman etnis orang, kebiasaan mereka, gaya hidup dan lain-lain. kita menjadi lebih tahu dan lebih kenal tentang tempat yang berbeda dan kode etik di tempat-tempat tersebut.

Keempat. Meningkatkan konsentrasi dan fokus: Hal ini mengharuskan Anda untuk berfokus pada apa yang Anda baca untuk waktu yang lama. Tidak seperti majalah, atau posting Internet serta e-Mail yang mungkin mengandung potongan-potongan kecil informasi, buku menceritakan seluruh cerita. Karena Anda harus berkonsentrasi untuk membaca, otot, Anda akan menjadi lebih baik pada anda berkonsentrasi.

Kelima. Membangun harga diri: Semakin banyak Anda membaca, semakin luas pengetahuan Anda. Dengan pengetahuan lebih banyak, akan mendatangkan rasa percaya diri. Karena Anda begitu banyak membaca, orang mencari jawaban kepada Anda. perasaan Anda tentang diri Anda akan menjadi lebih baik.

Keenam. Meningkatkan memori: Banyak penelitian menunjukkan jika Anda tidak menggunakan memori Anda, Anda kehilangan kemampuan memori. Membaca, meskipun bukan permainan, membantu Anda meregangkan otot-otot memori Anda dengan cara yang sama. Membaca membutuhkan kemampuan memori untuk mengingat rincian, fakta dan angka-angka, serta dalam suatu cerita, kita akan mengingat garis plot, tema dan karakter.

Ketujuh. Meningkatkan disiplin Anda: Menetapkan waktu untuk membaca adalah sesuatu yang kita semua tahu harus kita lakukan. Kita harus menetapkan jadwal atau waktu untuk membaca buku setiap hari. Hal ini sangat sedikit dilakukan. Itu sebabnya, menambahkan buku bacaan ke jadwal harian Anda dan berpegang teguh pada jadwal itu, merupakan upaya untuk meningkatkan disiplin diri.

Kedelapan. Meningkatkan kreativitas: Membaca tentang keanekaragaman kehidupan dan membuka diri Anda untuk informasi dan ide-ide baru, sangat membantu untuk mengembangkan sisi kreatif dari otak, baik otak kiri maupun otak kanan. Melalui bacaan lah kita memperoleh ide dalam rangka mengembangkan kemampuan inetelektualitas dan ketrampilan kita. Mustahil kita mendapatkan informasi dan ide baru tanpa melalui proses membaca.

Kesembilan. Anda selalu memiliki sesuatu untuk dibicarakan: Apakah Anda pernah menemukan diri Anda sendiri dalam situasi yang memalukan di mana Anda tidak punya sesuatu untuk dibicarakan? Apakah Anda ingin obat untuk ini? Sangat sederhana. Mulailah membaca. Membaca memperluas cakrawala informasi Anda. Anda akan selalu punya sesuatu untuk dibicarakan. Anda dapat mendiskusikan berbagai plot novel-novel yang Anda baca, Anda dapat mendiskusikan hal-hal yang Anda pelajari dalam buku-buku bisnis yang Anda baca. Kemungkinan berbagi pengetahuan menjadi tak ada habis-habisnya.

Bagaimana ? luar biasakan manfaat dari membaca, makanya mulai dari sekarang yuk kita membaca !

Referensi :  icai.blogdetik.com
Continue Reading →

Bagaimana Sih Membaca dan Menulis Dalam Al qur'an ?

0 comments

Bagaimana Sih Membaca dan Menulis Dalam Al qur'an ? ya, ini lah pertanyaan yang akan saya coba jawab melalui sebuah artikel yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi anda semua, terutama dalam hal menulis.

“Menulis adalah nikmat termahal yang diberikan oleh Allah,
ia juga sebagai perantara untuk memahami sesuatu.
Tanpanya, agama tidak akan berdiri,
kehidupan menjadi tidak terarah...”
(Dari perkataan Qatâdah, Tafsîr al-Qurthûbî, 2002)

Dalam berbagai kesempatan, kita sering menemukan banyak orang yang membicarakan tentang pendidikan. Membandingkan sistem pendidikan di Indonesia dengan negara-negara tetangga. Kemudian memposisikan Indonesia sebagai negara yang terbelakang dalam pendidikan. Hal ini tidak hanya sekedar wacana, tapi sudah menjadi hasil analisis oleh lembaga pendidikan nasional dan internasional.

Kejadian di atas adalah gambaran umum keadaan pendidikan di Indonesia. Jika kita ulur ke daerah Banten, maka, kita juga akan mendapatkan wacana yang sama tentang pendidikan di Banten; tertinggal, sarana yang belum memadai, bangunan fisik yang masih perlu perbaikan, dan lain sebagainya.

Banyak faktor yang menyebabkan pendidikan di Indonesia menjadi terbelakang, dalam tulisan ini akan disinggung salah satu di antaranya. Dalam banyak momentum sering dibicarakan bahwa, kelemahan yang semakin akut dalam pendidikan di Indonesia disebabkan –salah satunya-- oleh kurangnya kesadaran membaca dan menulis dalam masyarakat. Bahkan, hal ini sempat menjadi bahan selorokan di Jepang, bahwa untuk membedakan orang Jepang dan orang Indonesia di sana sangatlah mudah, cukup dengan melihat apakah dia membaca buku ketika menunggu mobil atau justru mengobrol. Tentu dengan asumsi bahwa yang mengobrol adalah orang Indonesia.

Faktor kelemahan ini --membaca dan menulis-- juga disinggung oleh Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, A. Chaidar Alwasilah dalam artikelnya "Membangun Mesin Reproduksi Pengetahuan" (Pikiran Rakyat, 12 Januari 2005). Ia menuliskan bahwa, merosotnya perguruan tinggi kita disebabkan lantaran minimnya citations. Citations atau jumlah karya tulis dosen yang dikutip di forum dunia adalah salah satu alat ukur, di antara lima alat ukur, untuk menetapkan kehebatan sebuah perguruan tinggi. Keempat alat ukur lainnya adalah: penilaian oleh sejawat, jumlah dosen asing, jumlah mahasiswa asing, dan rasio dosen-mahasiswa.

Menurut Chaidar, melalui kelima alat ukur tersebut, The Times Higher Education Supplement, menetapkan 200 perguruan tinggi terhebat di dunia pada tahun 2004. Dan, yang menyedihkan, perguruan tinggi di Indonesia tampaknya tidak ada yang masuk dalam 200 besar, hanya beberapa perguruan tinggi tetangga yang masuk seperti, National University of Singapore (peringkat ke-18), Nanyang University (ke-50), Malaya Univeristy (ke-89), dan Sains Malaya University (ke-111).

Selain Chaidar, masih banyak penggiat-penggiat pendidikan yang juga berasumsi bahwa kelemahan pendidikan di Indonesia disebabkan oleh kurangnya kesadaran membaca dan menulis. Sebut saja misalnya, Hernowo, penulis buku ‘Mengikat Makna’ ini mengungkapkan perlunya paradigma baru dalam membaca dan menulis untuk kalangan akademisi di kampus.

Dalam artikelnya “Brain Based Writing” (Pikiran Rakyat, 29 Januari 2005) Hernowo beranggapan, ada kemungkinan, selama ini kegiatan membaca dan menulis sudah kadung menjadi beban (bagi pendidik sekaligus yang dididik). Maka, untuk mengusir beban tersebut, perlu ada perubahan cara berpikir para akademisi di kampus tentang kegiatan membaca dan menulis.

Dalam berbagai disiplin ilmu, dokumentasi dalam bentuk tulisan; makalah, artikel, essay, adalah suatu kegiatan yang harus terus berjalan, meskipun dalam praktek, masih banyak akademisi yang tidak yakin dengan kemampuannya, dan akhirnya mengkopi tulisan orang lain. Ini juga bisa diyakini sebagai salah satu gejala kekurangsadaran dalam menulis. Dalam tataran agama Islam, kita banyak menemukan buku-buku dalam berbagai disiplin ilmu yang ditulis oleh orang Islam terdahulu.

Dalam sejarah tercatat bahwa kejayaan Islam pernah teraih melalui budaya baca-tulis. Bahkan Muhammad, nabi akhir zaman, mendapatkan wahyu pertama yang berbias perintah untuk membaca (iqra’) dan menulis (‘allama bi al-qalam).

Surat al-‘Alaq yang disepakati oleh para ulama sebagai wahyu pertama yang diturunkan kepada Muhammad, memiliki tiga cakupan yang sangat prinsipil: pertama; menjelaskan hikmah penciptaan manusia, keutamaan perintah membaca (iqra’) dan menulis (‘allama bi al-qalam) sebagai keutamaan manusia dari makhluk-Nya yang lain. Kedua; menjelaskan tentang ketamakan manusia terhadap duniawi dan akhirnya hancur karena kecintaannya terhadap dunia, ketiga; mengkisahkan tentang Abu Jahal yang membangkang terhadap ajaran Nabi. (Prof. Dr. Wahbah Zuhaili, Tafsîr al-Munîr, Jilid 7, 1991).

Wahbah Zuhaili juga menggambarkan bahwa nilai normatif yang ada pada wahyu pertama ini, lebih mengajak kepada manusia untuk memahami urgensi membaca dan menulis. Melalui wahyu pertama, Tuhan memberikan mukjizat kepada Nabi yang dikenal buta huruf, hal ini sebagai pertanda bahwa Tuhan menganugerahkan kepada manusia ‘akal’ yang menjadikan manusia lebih bernilai dibanding makhluk-Nya yang lain.

Perintah baca (iqra’) kepada orang yang buta huruf seperti Muhammad tidak dimaksudkan sebagai bentuk penghinaan atau merendahkan. Tapi, justru hal ini menggambarkan bahwa Tuhan mengantarkan manusia dari dunia ‘gelap’ menuju dunia ‘cerah’ melalui budaya membaca dan menulis.

Dalam wahyu pertama itu, Tuhan menyebutkan kata iqra’ (baca) pada awal surat, kemudian dikaitkan dengan kalimat selanjutnya bismi rabbika al-ladzî khalaq (dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan). Kemudian Tuhan menyandingkan kata iqra’ (baca) dengan kata ‘allama bi al-qalam (yang mengajari dengan qalam [menulis]). Dalam pandangan Wahbah, sandingan ini memiliki kekuatan yang sangat penting bagi manusia, bahwa Tuhan, selain memerintah untuk membaca, juga memerintah untuk menulis. Bahkan Abdullah bin ‘Amru, seorang ulama salaf mengungkapkan “qayyidû al-ilma bi al-kitâbah” (ikatlah ilmu dengan menulisnya).

Membaca dan menulis adalah dua kegiatan yang saling berkaitan satu sama lainnya. Hal tersebut di atas menunjukkan bahwa Islam sejak awal sudah menyerukan kepada manusia untuk membaca dan menulis, sebab wahyu Tuhan pun tidak bisa diterima tanpa dibaca terlebih dahulu, dan ia tak akan bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya jika tidak ada dokumentasi dalam bentuk tulisan.

Al-Qurthûbî dalam kitabnya al-Jâmi’ li Ahkâmi al-Qur’ân mengungkapkan, pada awalnya orang Arab terkenal dengan sikapnya yang kurang santun (brengsek); berwawasan sempit, Qurtûbi kemudian melanjutkan bahwa, wahyu Tuhan yang pertama (surat al-‘Alaq) adalah mukjizat bagi Muhammad; yakni sebagai media untuk mengangkat Muhammad dari lembah kebodohan menuju lembah cahaya.

Membaca dan menulis adalah media untuk mengantarkan manusia menuju perbaikan. Maka, tidak berlebihan jika Qotâdah, seorang ulama salaf menyatakan: “Menulis adalah nikmat termahal yang diberikan oleh Allah, ia juga sebagai perantara untuk memahami sesuatu. Tanpanya, agama tidak akan berdiri, kehidupan menjadi tidak terarah...” (Tafsîr al-Qurthûbî, 2002).

Jika semangat mengajak membaca dan menulis sudah ada sejak awal datangnya Islam, dan mempunyai posisi yang sangat prinsipil dalam perkembangan Islam, maka, kebudayaan baca-tulis di Indonesia –yang notebene mayoritas Islam-- setidaknya bisa diwujudkan dalam wajahnya yang baru. Saat ini, budaya tulis-baca sudah mulai semarak digiatkan oleh para pecinta buku. Banyaknya perlombaan menulis yang diadakan oleh instansi swasta dan pemerintah menjadi semacam daya tarik tersendiri dalam budaya tulis baca.

Mari kita budayakan kegiatan Tulis Baca dalam kehidupan ini .

Referensi :http://edihudiata.multiply.com
Continue Reading →
 
© Copyright 2010-2011 Tulis Baca All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | and Theme4all | Support Tutorial Blog-Software Akuntansi.